PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mengapresiasi capaian dan kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) atas laporan keuangannya yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP tahun 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut Sudin, predikat tersebut merupakan bukti bahwa program kementan sudah sesuai dengan koridor yang ditetapkan.
"Saya mengapresiasi capaian laporan keuangan kementerian pertanian tahun 2022 dengan predikat opini wajah tanpa pengecualian yang diberikan oleh BPK. Ini artinya program yang sudah tersusun sudah dalam koridor," ujar Sudin dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Rabu, 30 Agustus 2023.
Meski demikian, Sudin meminta agar program yang diputuskan dalam setiap rapat kerja dapat dikerjakan secara baik agar ke depan mendapat pengawasan langsung dari jajaran Komisi IV Senayan. Sudin ingin, pembangunan sektor pertanian sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Saya berharap apa yang telah diputuskan dalam rapat kerja jangan diubah-ubah karena nanti saya sudah mendapat info valid masih ada yang main main," katanya.
Anggota Komisi IV lainya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Slamet juga menyampaikan apresiasi yang sama terhadap capaian jajaran kementan dalam mengelola anggaran tahun 2022 sehingga mendapat predikat WTP dari BPK.
"Pertama saya memberikan apresiasi kepada Pak Menteri atas capaian wtp-nya. Tentunya ini kerja keras dari seluruh jajaran sehingga mudah-mudahan ini terus ditingkatkan dan bisa berkorelasi terhadap kesejahteraan petani," katanya.
Senada, Anggota lainnya dari Fraksi PKB Edward Tannur memuji deretan predikat WTP Kementan yang dicapai untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Dengan predikat ini dia mengaku yakin sektor pertanian semakin tumbuh dan tangguh. Apalagi auditor BPK merupakan lembaga yang sudah teruji kredibilitasnya dalam melakukan audit.
"Saya memberi apresiasi kementan mendapat WTP 7 kali berturut-turut. Saya kira ini luar biasa karena Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki kredibilitas yang luar biasa," katanya.
Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan BPK menyerahkan laporan hasil pemeriksaan keuangan Kementerian Pertanian tahun 2022 dan menyatakan pengelolaan keuangannya bersih dan layak mendapatkan predikat opini wajar tanpa pengecualian atau WTP.
"Patut kita apresiasi atas laporan pengelolaan keuangan dan belanja subsidi pupuk di lingkup kementan yang berhasil mendapat predikat WTP," ujar Anggota IV BPK, Haerul Saleh.
Haerul mengatakan, keberhasilan Kementan dalam mendapat WTP telah memenuhi empat kriteria kepatutan. Kepatutan pertama adalah sudah menjalankan perundang-undangan, kedua telah memenuhi kecukupan pengungkapan, ketiga telah memenuhi kesesuaian dengan standar administrasi dan keempat mampu menjalankan sistem secara efektivitas dalam pengendalian intern.
Diketahui, pada laporan tersebut BPK menyatakan bahwa sebanyak 80,52 persen laporan yang sudah ditindaklanjuti BPK sudah sesuai dengan aturan dan perundang-undangan. Sementara 12,64 persen lainya belum ditindak lanjuti.
"Ini perlu diapresiasi karena target kementan sudah melampaui target tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK yang mencapai 80 persen," jelasnya.