Blog Image
Pertanian

Program Food Estate Berdampak Besar Bagi Masyarakat Humbang Hasundutan

  • Superadmin
  • Saturday, 16 September 2023 09:56 WIB
  • 1 views

Trimedia.id, Humbang Hasundutan -- Program Food Estate (FE) diakui Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, berdampak besar bagi masyarakat Humbang Hasundutan. Menurutnya, saat ini banyak desa di Humbang Hasundutan yang menjadi sentra bawang merah karena adanya program FE.

"Bahkan saat ini, berdasarkan data dari provinsi, Humbang Hasundutan adalah penghasil bawang merah terbesar di Sumatera Utara," paparnya saat menerima Kunjungan Kerja DPD RI di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Toba, Sumatera Utara, Senin (4/9).

Dosmar mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian dan pihak-pihak lain dalam mengembangkan program FE.

Dengan bantuan Ditjen Horti, lanjutnya, pengembangan bawang merah di lokasi  FE tumbuh dengan baik. "Tadinya tidak pernah ada bawang merah ditanam di dataran tinggi. Lahan di Humbahas ini berada di ketinggian 1.400 mdpl," ungkapnya.

Dua bulan lalu, tambah Dosmar, panen yang dilakukan di lahan percontohan di lokasi FE menghasilkan bawang merah gabah kering sebesar 21 ton. Lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 10 ton/Ha.

Selain bawang merah, ada komoditas cabai, kol dan jagungyang dikembangkan di lokasi FE.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Bawang Merah dan Tanaman Umbi Ditjen Hortikultura, Mutiara Sari mengungkapkan program FE di Humbang Hasundutan dimulai pada Agustus 2020. "Kami mulai membuka lahan seluas 215 Ha dengan melibatkan 159 petani dari 7 kelompok tani, paparnya.

Di Musim Tanam I (MT I), papar Mutiara, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 46 miliar. Hasilnya diperoleh pendapatan dari panen sebesar Rp 13 miliar.

"Kami telah menyiapkan semua perangkat oendukungnya sesuai rekomendasi, namun hasil di MT I memang belum seperti di MT IV, V dan seterusnya, karena memang tanahnya belum pernah diolah sebelumnya," ucapnya.

Sementara itu Koordinator Alat dan Mesin Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Erna, menyebutkan Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 450 alsintan untuk mendukung Program FE di Humbang Hasundutan. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainudin berpesan agar program FE dipertahankan. "Food Estate kita maklum karena masih barang baru, tapi kalau sudah ada programnya seperti ini harus dilajutkan, jangan karena baru 4-5 tahun belum berhasil terus diganti. Bisa jadi 10 atau 20 tahun ke depan ini bisa sukses sepenuhnya," tegasnya.

Kunjungan Komite II DPD RI dilanjutkan dengan peninjauan lapangan dan penanaman kubis di lokasi FE di desa Hotajulu.**

Share this post