Blog Image
Pertanian

Geliat Program Wirausahawan Muda Pertanian di NTT

  • Superadmin
  • Sunday, 15 October 2023 20:15 WIB
  • 14 views

Trimedia.id, Kupang - Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang tujuan utamanya, mendorong penumbuhan dan pengembangan bagi generasi muda khususnya di bidang pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pembinaan wirausaha muda, menjadi begitu penting bagi generasi muda pertanian guna mempersiapkan dan mencetak SDM pertanian. 

“Ini akan berdampak baik, kedepannya jika banyak generasi yang tergugah hatinya dalam pengembangan usaha pertanian, karena itu akan menjadi bekal bagi mereka kedepannya dalam rangka menopang perekonomian Indonesia,” ujar Dedi.

Kelompok End Farm yang berlokasi di Oesao, Kabupaten Kupang merupakan salah satu ganbaran keberhasilan program PWMP besutan Kementan ini.

Diketuai oleh Mahendra Bella, alumni Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembanguna (SMK-PP) Negeri Kupang, kelompok PWMP ini memiliki usaha tidak hanya di bidang pertanian. Dalam 3 tahun terakhir hendra mulai merambah ke bidang peternakan. 

Bidang pertanian yang ia tekuni diantaranya padi dan jagung. Untuk usaha padi di musim penghujan, sekitar 2 ha lahan padi yang dapat dipanen, namun pada musim kemarau hanya sekitar 1 ha lahan padi saja yang dapat dipanen. 

Untuk peternakan, ia memilih usaha ternak babi. Pada awal usahanya, Hendra hanya memiliki satu ekor babi betina. Pada tahun 2021 ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mengembangkan usaha ternak babinya termasuk membuah kandang babi. Hingga saat ini ia memiliki 16 ekor babi untuk penggemukkan. 

Pada tahun 2022, Hendra dan kelompoknya terpilih menjadi salah satu kelompok program PWMP. Setelah itu, modal awal yang didapat digunakan untuk membeli 6 ekor anakan babi beserta pakan. Pakan untuk babi anakan hingga panen, berkisar 550 ribu rupiah. Sedangkan pakan untuk babi usia 3 - 4 bulan berkisar 440 ribu rupiah.

Untuk pemasaran, babi penggemukkan dijual ke Rumah Potong Hewan (RPH). Sedangkan untuk babi pembibitan, anakan babi dijual dengan harga 1.7 juta rupiah dan babi usia 6 bulan dijual seharga 5 juta rupiah. Hingga saat ini besaran laba bersih yang diterima per enam bulan sebesar 5 juta rupiah.

Hendra mengatakan dirinya sangat terbantu akan hadir nya KUR dan PWMP. ”Dalam memperlancar pengembangan usaha yang saya jalankan, KUR dan PWMP berperan sangat penting. Kedepannya semoga usaha ini terus berkembang dan bisa memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat khususnya di Kabupaten Kupang,” jelas Hendra.

Kepala SMK PP Kupang, Stepanus Bulu bangga atas pencapaian dari salah satu alumni. 

“Dengan tercapainya tujuan dari PWMP dalam membantu para alumni yang mengembangkan usaha, semoga kedepannya usaha tersebut bukan hanya dapat menghidupi diri sendiri, tetapi dapat juga memenuhi permintaan masyarakat secara luas”, tandas Stepanus.

Share this post