Blog Image
Pertanian

SLB Tamima Mumtaz Malang Lakukan Program P2L UPLAND Project, Diharapkan Mampu Hidup Mandiri

  • Superadmin
  • Sunday, 17 September 2023 10:06 WIB
  • 2 views

Trimedia.id, Malang - Sekolah Luar Biasa (SLB) Tamima Mumtaz di Kecamatan Pujon, Malang melaksanakan kegiatan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) UPLAND Project. Program P2L selain menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa dengan berkebutuhan khusus juga memberikan manfaat ekonomi. 

Salah satu wali murid Tarwiyati mengatakan, kegiatan pekarangan pangan lestari telah membuka banyak peluang positif bagi siswa. Program ini mendorong pelajar SLB Tamima Mumtaz meningkatkan keterampilan hidup mandiri yang menjadi aspek penting sebagai persiapan untuk menghadapi dunia nyata setelah lulus.

"Pelajar SLB Tamima Mumtaz dapat belajar bagaimana menanam, merawat, dan memanen tanaman dengan bimbingan guru dan staf sekolah," katanya dikutip Minggu (24/9/2023). 

Pekarangan pangan lestari merupakan konsep yang memanfaatkan penggunaan lahan yang tersedia di pekarangan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan secara berkelanjutan. Konsep ini memiliki beragam manfaat yang signifikan peningkatan gizi dan peningkatan ekonomi. 

Selain itu, kegiatan pekarangan pangan lestari juga memberikan pelajaran berharga tentang alam dan lingkungan. Para pelajar belajar tentang siklus alam, pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, dan mengetahui cara mengelola sumber daya alam.

"Ini adalah pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis, yang akan membantu siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar," jelasnya. 

Selain aspek pembelajaran, pekarangan pangan lestari juga memberikan manfaat gizi dan kesehatan. Produk-produk pertanian yang dihasilkan dari kegiatan SlB Tamima Mumtaz digunakan untuk menyediakan makanan yang sehat dan bergizi untuk siswa. 

"Ini membantu memastikan bahwa siswa mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," jelasnya. 

Dalam jangka panjang, kegiatan ini juga dapat membantu mengurangi biaya bagi sekolah, karena mereka dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli produk-produk pertanian dari luar. Selain itu, surplus produk pertanian dapat dijual atau didonasikan ke masyarakat setempat, menciptakan peluang untuk mengembangkan kemitraan dengan masyarakat.

"Kami sangat bangga dengan perkembangan anak-anak kami dalam hal kemandirian, pemahaman tentang alam, dan kesehatan mereka. Ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah bagi mereka," pungkasnya.

Share this post