PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Jakarta - Kementerian Pertanian terus menggelar program UPLAND untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan perbaikan gizi masyarakat Indonesia. Peningkatan pemahaman pada unsur gizi dilakukan UPLAND sebagai upaya mencegah terjadinya stunting di Indonesia.
Pengelola Program UPLAND Farakka Sari mengatakan, selain upaya peningkatan hasil produksi, dalam budidaya pertanian UPLAND juga memiliki semangat penyadaran gizi atau nutrition awareness. Hal itu perlu dilakukan sebagai komitmen Kementerian Pertanian mengatasi stunting seperti yang menjadi semangat Presiden Joko Widodo.
"Program UPLAND Project memiliki misi tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan petani tetapi juga perbaikan gizi dan ketahanan pangan keluarga melalui aspek ketersediaan pangan, akses, dan konsumsi pangan bergizi," kata Farakka dalam keterangan tertulis, (8/8/2023).
Rangkaian kegiatan perbaikan gizi dalam program UPLAND Project dilakukan dengan bebagai cara. Terdapat enam intervensi yang dilakukan mulai kepada petani hingga pengusaha dan pemerintah daerah.
Upaya pertama yang dilakukan UPLAND Project kegiatan peningkatan unsur gizi pertama yakni melakukan penganekaragaman komoditas budidaya melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan P2L dilakukan dengan memfokuskan kepada untuk penganekaragaman komoditas dan bergizi khususnya di lahan pekarangan.
"Pada tahun 2022, intervensi ini diberikan kepada 289 kelompok perempuan tani di 13 Kabupaten. Program UPLAND Project memastikan bahwa penerima manfaat dalam kegiatan dilakukan dalam bentuk kelompok," tambahnya.
Pemberdayaan keluarga petani yang melibatkan perempuan dan pemuda sebagai bentuk intervensi UPLAND Project untuk peningkatan pendapatan rumah tangga petani.
Kepada 289 kelompok tani PL2 tersebut, UPLAND Project memberikan fasilitas dengan bantuan berupa penyediaan rumah benih atau green house, paket saprodi dan peralatan kecil, dan peralatan untuk kegiatan pasca panen.
Selanjutnya UPLAND Project juga melakukan intervensi dengan memberikan pengetahuan menjaga rantai nilai sensitive gizi dalam kegiatan panen, distribusi hingga pengolahan. Pengetahuan tersebut perlu dilakukan untuk menjaga resiko kontaminasi mikro organisme dan zat kimia termasuk teknik penyimpanan.
"Hal ini selain untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan oleh petani dapat bersaing dengan mitra juga sekaligus mempromosikan komoditas atau tanaman yang memiliki kontribusi pada peningkatan nilai gizi masyarakat," jelasnya.
Kegiatan lain yang dilakukan UPLAND Project yakni pengolahan hasil panen untuk meminimalisir kerusakan nilai gizi dan meningkatkan umur simpan. Hal itu juga perlu dilakukan sebagai penambahan nilai tambah termasuk nilai gizi pada komoditas baik dalam bentuk setengah jadi atau bentuk siap dikonsumsi.
"Intervensi pasar juga dilakukan UPLAND Project yaitu dengan kegiatan yang melingkup penyadaran gizi pada pelaku pasar komoditas terutama untuk komoditas yang dipromosikan beserta dengan nilai gizi dan komoditas yang pada produk tersebut (misalnya organic, sertifikasi HACCP, kandungan fitokimia dan lain sebagainnya," pungkasnya.