Blog Image
Pertanian

Beri Apresiasi, Mentan Sebut Varietas Padi Unggul IPB 9G Mampu Dukung Ketahanan Pangan

  • Superadmin
  • Friday, 19 April 2024 18:18 WIB
  • 5 views

Trimedia.id, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut varietas padi unggul terbaru dari IPB University bernama Padi IPB 9G adalah sebuah inovasi yang mampu mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Mentan Amran mengapresiasi atas inovasi tersebut hingga mengajak IPB University untuk berkolaborasi dalam membangun ketahanan pangan nasional secara bersama.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan IPB ini. Ini adalah langkah yang harus dikembangkan dan kami sangat menghargai hasil penelitian yang luar biasa ini," jelas Mentan Amran saat berkunjung ke lokasi pertanaman padi IPB 9G di Kabupaten Lamongan, Jumat 19 April 2024.

Menurutnya, selain memiliki produktivitas yang unggul dan ketahanan terhadap hama dan penyakit, varietas 9G dari IPB University juga diklaim dapat mengurangi penggunaan pupuk yang dimana itu mampu mendorong dengan maksimal ketahanan pangan nasional.

Karenanya, Menteri Amran berharap varietas ini dapat menjadi pilihan utama bagi petani karena umurnya yang singkat dan efisiensi dalam penggunaan pupuk.

“Varietas ini dapat mengurangi penggunaan pupuk hingga 20 persen.  Bayangkan, jika 100 persen benih ini digunakan, kita bisa menghemat hingga 10 triliun rupiah untuk penggunaan pupuk pada tanaman padi," jelasnya.

"Hari ini, kami akan segera membeli 50 ton benih ini, dan jika IPB University dapat memproduksi lebih banyak lagi, misalnya 50.000 ton, kami juga akan langsung membelinya,” imbuh Mentan Amran.

Sementara, Rektor IPB University, Profesor Arif Satria, menjelaskan bahwa varietas unggul Padi IPB 9G merupakan jenis amfibi yang dapat ditanam di lahan kering maupun sawah. 

"Itu adalah keunggulannya, dengan produktivitas antara 9 hingga 11 ton per hektar," katanya.

Dia menjelaskan, inovasi ini merupakan salah satu cara bagi pertanian Indonesia untuk menghadapi ancaman perubahan iklim yang dimana IPB pun setiap tahunnya selalu melakukan riset dan menghasilkan varietas unggul. 

Menurut Arif, tantangan perubahan iklim dapat ditangani melalui inovasi dan teknologi. Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia ke depan.

“Kita tidak bisa menyalahkan perubahan iklim, tapi bagaimana kita bisa menyiasatinya dengan teknologi dan inovasi. Oleh karena itu, IPB mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah untuk mencapai swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai eksportir beras di dunia," tuturnya.

Terpisah, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengungkap bahwa inovasi yang diluncurkan IPB ini adalah sebuah harapan bagi pihaknya untuk membangkitkan produktivitas pertanian yang sempat turun akibat El Nino.

"Pada Januari-Maret kami sudah panen. Sekitar 46 persen dengan total produksi 330 ribu ton lebih dapat tergiling. Ini awal yang baik, karena kami berkomitmen untuk terus bisa mencapai target produksi kami yang kemaren sempat turun karena el nino yakni 1 juta 111 ton," jelasnya.

Dengan inovasi baru ini, Efendi berharap Kabupaten Lamongan dapat dengan baik mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan produksi padi terbesar keenam di Indonesia.

"Kami berusaha untuk kembali kepada 1,2 juta ton dan menempatkan Lamongan sebagai urutan keenam produksi padi terbesar di Indonesia," tegasnya.

Sekedar informasi, padi IPB 9G memiliki potensi produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan beberapa varietas unggul padi lainnya dan jauh lebih tinggi dari produktivitas padi gogo lokal yang biasanya dibudidayakan oleh petani. 

Keunggulan lain dari varietas IPB 9G adalah sifatnya yang amfibi, yang cocok ditanam baik di lahan kering maupun sawah irigasi.

Share this post