PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Jawa Timur - Kementerian Pertanian (Kementan) menyakini pompanisasi untuk lahan pertanian di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani.
Mentan Amran Sulaiman memaparkan pompanisasi yang dilakukan itu mampu mengairi lahan pertanian seluas 16.000 Hektare.
"Total yang dilewati sekitar 1220 hektare. Dan itu bisa meningkatkan produksi padi kita, sebanyak 380.000 Ton. Ini dampaknya adalah kesejahteraan petani meningkatkan, pendapatan petani lebih baik, produksi meningkat, kemudian tenaga kerja terserap dan manfaat baik lainnya untuk para petani," papar dia.
Mentan Amran mengaku, berdasarkan arahan presiden Joko Widodo, selain pemberian pompanisasi gratis, Kementan juga menyiapkan subsidi pupuk yang ditingkatkan menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
"Bapak presiden sudah memerintahkan saya, pupuk dinaikkan dua kali, sekarang pupuk volume nya dua kali lipat, ada bantuan pompa gratis, ada benih gratis, ini kami lakukan terus menerus untuk menghadapi El-Nino yang begitu kuat saat ini," papar dia.
Ia berharap, dengan pompanisasi yang dilakukan di Lamongan, mampu membantu capaian target produktivitas pertanian di Provinsi Jawa Timur yang ditergetkan meningkatkan.
"Insya allah ke depan, semoga produksi Jawa Timur bisa naik target kita 2 juta hektare, kalau ini tercapai, Insya Allah bisa menutup import 50%," tutup dia.
Sementara itu Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi usai mendampingi Mentan Amran Sulaiman berkunjung ke beberapa lokasi pertanian di wilayah Lamongan, belum lama ini menyebutkan, berdasarkan arahan Mentan Amran Sulaiman, Kementan diwajibkan terus memberikan yang terbaik bagi pertanian di Indonesia dengan pemberian bantuan berdasarkan kebutuhan pertanian di setiap wilayah.
"Di Lamongan ini, lahan pertanian sering banjir saat musim penghujan dan sering kekeringan kala kemarau. Sehingga, secara keseluruhan, pompanisasi ini menjadi solusi pertanian di Lamongan," kata Yuhronur, Jumat 19 April 2024.
Yuhronur mengaku, di Desa Trepan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pompanisasi dilakukan dengan mengambil sumber air di Bengawan Solo.
"Ini untuk Poktan Sidodadi dengan luas lahan 45 Hektare dengan produktivitas hasil panen 7 ton," katanya.
"Masalah banjir dan kekeringan itu membuat para petani hanya mampu menanam sekali dalam setahun. Sehingga dengan pompanisasi ini bisa meningkatkan produktivitas para petani," imbuh dia.
Yuhronur mengakui di beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan juga dilakukan dengan hal serupa, yakni melihat potensi dan permasalahan pertanian.
"Kita samakan, lihat permasalahannya dan tuntaskan masalah tersebut dengan solusi yang tepat untuk kesejahteraan para petani," papar dia.
Selain pompanisasi, dilakukan juga launcing perdana padi varietas IPB 09 Garuda di wilayahnya yang disaksikan sejumlah pegiat pertanian dan jajaran Kementan.
Yuhronur menyebut, Kabupaten Lamongan sudah melakukan panen sejak Januari hingga Maret kemarin dengan capaian 46 persen.
"Kami berkomitmen untuk terus mencapai target produksi kami yang kemarin sempat turun karena cuaca El Nino, 1.111.000 ton sehingga kami berusaha untuk kembali kepada 1.2 juta ton dan ini menempatkan Kabupaten Lamongan sebagai urutan ke enam produksi padi terbesar di Indonesia ini," papar dia.
Dalam ketidakpastian cuaca yang membuat lahan banjir saat musim penghujan dan kering saat musim kemarau, pompanisasi dinilai menjadi solusi dalam mencapai target tersebut agar produktivitas petani tidak terhalang oleh masalah periairan.
"Pompanisasi ini salah satu upaya untuk terus melakukan optimalisasi di dalam produktivitas lahan. Sekitar 35.000 hektare lahan sawah non irigasi dan tentu dengan berbagai upaya ini, insyaallah Lamongan tetap konsisten dan berkomitmen untuk menghasilkan produksi padi untuk suplai ketahanan pangan nasional," papar dia.
Ia berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan sejumlah bantuan dari mulai pupuk hingga infrastruktur pertanian untuk menunjang produktivitas para petani.