Blog Image
Pertanian

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Berdayakan Varietas Padi Lokal Gorontalo Utara

  • Superadmin
  • Thursday, 25 April 2024 17:34 WIB
  • 24 views

Trimedia.id, Jakarta - Varietas padi Ponelo mungkin masih kalah populer dibandingkan varietas Ciherang, Mekongga, Inpago 1, Inpari 33 dan lainnya.  Padahal  budidaya varietas padi ladang ini secara organik telah mampu meningkatkan 60 persen produksi padi lahan kering Gorontalo Utara.

Padi Ponelo dari Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo dikenal memiliki keunggulan antara lain adaptif di lahan ladang, butirannya tidak mudah patah, serta aromanya yang wangi.

Kualitas beras yang baik dihasilkan dari varietas Ponelo Harum telah memikat masayarakat setempat untuk terus membudidayakannya. Tidak hanya di Kecamatan Ponelo Kepulauan, petani dari kabupaten lain di Provinsi Gorontalo cukup fanatik untuk menanam padi ladang Ponelo ini, mereka tidak berkenan menanam varietas padi ladang jika bukan varietas Ponelo Harum.

Tak hanya rasa, padi Ponelo Harum memiliki keunggulan tahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) namun adaptif pada lingkungan ladang yang kering. Adanya ketahanan  terhadap OPT serta adaptif dilingkungan bercekaman ini juga memberikan jaminan keberhasilan budi daya bagi petani.

Ditengah ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah antisipasi melalui kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisip (Tusip) Padi Gogo.

Soal ini, Direktur Perbenihan Hortikultura selaku PJ Satgas Antisipasi Darurat Pangan di Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Inti Pertiwi Nashwari angkat bicara. Ia menyebutkan perlu melakukan optimalisasi berbagai sumber daya yang ada tidak hanya sumber daya manusia dan infrastruktur, namun kunci lain yang harus digunakan adalah sumber daya genetik unggul lokal.

“Strategi khusus menghadapi kerawanan pangan saat ini dengan mendorong petani untuk menanam padi organik Ponelo Harum,” ucap Inti pada Selasa, 23 April 2024. Hal ini disampaikannya di sela-sela turun lapang pendampingan satgas pangan di Gorontalo Utara.

Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Utara, Asrin U Menu menyampaikan pihaknya mendukung pengembangan dan keberlanjutan varietas Ponelo Harum digunakan dalam program tumpang sisip padi gogo untuk berkolaborasi menjaga ketahanan pangan nasional. “Penggunaan Ponelo Harum merupakan langkah nyata kami meningkatkan daya saing padi lokal untuk mendukung peningkatan perekonomian daerah dan ketahanan pangan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Pentingnya peran padi varietas unggul dalam mencapai Indeks Ketahanan Pangan Indonesia menjadi semakin nyata. Penggunaan varietas lokal memeliki keuntungan diantaranya ketersediaan benih relatif lebih pasti serta adanya jaminan daya adaptasi yang baik sehingga membantu mengamankan produksi yang baik.

“Kami sebagai PJ Satgas Antisipasi Darurat Pangan Kabupaten Gorontalo Utara sangat diuntungkan dengan adanya padi ponelo, ini akan sangat membantu Kementerian Pertanian menyediakan benih unggul untuk program tusip padi gogo-kelapa maupun optimalisasi pompanisasi,” ucap Inti.

Komitmen Kementerian Pertanian untuk terus menjaga ketahanan pangan dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada termasuk untuk menggunakan varietas Ponelo Harum dalam program Tusip dan pegembangan padi ladang di Gorontalo Utara.  Strategi komprehensif yang diperoleh dari hasil identifikasi berbagai kendala, tantangan, peluang serta kekuatan yang ada akan membantu bangsa dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Share this post