PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Jakarta - Kementan dorong tusip padi gogo – kelapa untuk tingkatkan produksi padi guna mengantisipasi darurat pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Perubahan iklim terus menjadi salah satu tantangan utama bagi seluruh negara termasuk Indonesia. Tanpa strategi yang tepat ancaman kerentanan pangan bisa menghantui negara agraris ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah antisipasi melalui kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisip (Tusip) Padi Gogo.
Strategi ini ditindaklanjuti oleh Direktorat Perbenihan Hortikultura selaku PJ Satgas Antisipasi Darurat Pangan di Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo dengan mengkomunikasikan pengembangan Tusip padi gogo di Boalemo. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi padi dengan memanfaatkan setiap lahan yang memungkinkan untuk ditanami padi. Lahan kelapa yang belum produktif juga dapat dioptimalkan dengan menanam tanaman sela seperti padi gogo
Bagi petani Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, tusip bukan hal yang baru, mereka telah menerapkannya pada budidaya jagung diantara tegakan kelapa. Luas pertanaman kelapa di Boalemo mencapai 8.845 ha dengan potensi 3.371 ha dapat dibudidayakan secara tusip.
“Kementan terus menggencarkan optimalisasi lahan perkebunan dikombinasikan dengan budidaya padi gogo sebagai langkah konkrit meningkatkan produksi padi dan mengatasi darurat pangan, potensi pengembangan padi gogo secara tusip dan lahan kering di Boalemo mencapai 250 ha,” ucap Inti Pertiwi Naswari, Direktur Perbenihan Hortikultura pada Senin, 21 April 2024. Hal ini disampaikannya di sela-sela turun lapang identifikasi lokasi pengembangan tusip padi gogo-kelapa di Kabupaten Boalemo.
Kelompok Tani Mootinelo I Desa Botumoito, Kec. Botumoito, Kab. Boalemo yang diketuai Irwan Huo menyambut baik program pengembangan tusip padi gogo – kelapa. “Selama ini kami hanya menanam kelapa dan sesekali menanam jagung disela-sela pohon kelapa untuk meningkatkan penghasilan. Kami ingin mencoba padi gogo untuk ditanam di lahan kelapa karena kami sangat ingin membantu pemerintah mencukupi padi nasional” ujar Irwan Huo.
Menjawab semangat Poktan Mootinelo I, Kementan menginisiasi lahan percontohan tusip di lahan seluas 10 ha milik Irwan Huo. “Dimulai dari 10 ha ini kita mulai kenalkan teknik tusip padi gogo – kelapa kepada petani Boalemo, nantinya petani tak hanya menikmati hasil dari panen kelapa tapi juga bisa mendapatkan untung dari panen padi gogo,” ucap Inti.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Boalemo, Hasnirawati Ahmad menyatakan kesiapannya mengawal kesuksesan program ini. “Harapannya dengan program ini petani kelapa bisa memiliki penghasilan yang lebih baik oleh karena itu kami siap melakukan pendampingan intensif tusip padi-kelapa. Kedepannya bisa ditularkan keberhasilan petani dari Botumoito ke petani kelapa lainnya di seluruh Boalemo,” ungkap Hasnirawati.
Tusip memiliki domino efek selain mengejar target tanam juga mendongkrak produksi padi Kabupaten Boalemo dan mengokohkan ketahanan pangan nasional. Namun juga akan meningkatkan pendapatan petani kelapa yang sudah cerdas dan bijaksana memilih komoditas integrasi dengan penanaman padi gogo.