PENGUMUMAN:
Trimedia.id, NTB - Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentang), Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengunjungi panen jagung Poktan Kedewan, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis 2 Mei 2024.
Panen raya jagung ini diketahui merupakan hasil dari upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah banyak memberikan bantuan kepada para petani.
Di antaranya adalah mengeluarkan bantuan dengan jumlah total Rp22,13 miliar yang terdiri dari bantuan benih padi 400 hektare (Rp126 juta), benih jagung 19.345 hektare (Rp17,41 miliar), Repitalisasi RMU 4 Unit (Rp 4,6 Miliar).
Jokowi pun mengapresiasi bantuan Kementan tersebut. Dimana menurutnya, panen raya jagung di Sumbawa ini telah menstabilkan harga jagung di pasaran yang bersahabat dengan masyarakat. Dari sebelumnya Rp7 ribu perkilogram menjadi Rp4.200 perkilogram.
"Baru panen besar ini jagung, baik di Sumbawa, di Dompu, minggu lalu kita lihat di Gorontalo semuanya panen, sehingga terjadi adalah harga turun karena oversupply, harga yang sebelumnya Rp7 ribu perkilogram sekarang sudah turun menjadi Rp4.200," ucap Jokowi.
Di Sumbawa sendiri, panen raya jagung ini dilaksanakan di lahan seluas 53.057 hektare keseluruhan dengan Kecamatan Sumbawa luasnya mencapai 1.239 hektare.
Varietas jagung yang di tanam di Sumbawa adalah Tangguh, NK7328 Sumo, Pioneer P27 Gajah, dengan Indeks pertanaman jagung 100 dan provitas mencapai 7-8 ton per hektare.
Adapun di Poktan Kedawan Kelurahan Brang Biji sendiri luas panennya adalah 50 hektare, dari 557 hektare lahan panen jagung di kelurahan Brang Biji pada bulan April.
Jokowi pun mengaku senang. Sebab yang terpenting adalah produktivitas pertanian jagung saat ini meningkat, tinggal bagaimana upaya untuk membangun keseimbangan itu kedepannya.
Meskipun, kata dia, ada plus minus dari kondisi tersebut. Dimana harga cenderung menurun dibanding sebelumnya.
Namun Jokowi menilai bahwa kondisi sudah menjadi hukum ekonomi. Karena ketika hasil pertanian meningkat, maka harga akan menurun.
"Ya ini yang kita tadi sudah hitung-hitung, tapi kalau supply-nya terlalu besar itu hukum pasarnya harga pasti turun, karena oversupply," jelasnya.
Sementara, Mentan Amran menyebut bahwa sektor pertanian menjadi sektor yang diprioritaskan pemerintah. Dimana hingga saat ini dukungan pada hal tersebut terus didorong di masing-masing daerah sebagai upaya stabilisasi harga.
"Inilah (sektor industri pertanian) yang disampaikan Pak Presiden dimana memang sektor pertanian dan industrinya tuh harus mendekati lahan-lahan jagung yang ada, sehingga bisa pakan ternak, bisa minyak jagung semuanya, ini yang namanya hilirisasi, minyak goreng jagung, hilirisasi," ungkapnya.
Hilirisasi tersebut merupakan upaya solutif menurut pemerintah untuk menyeimbangkan harga, sehingga petani, peternak dan masyarakat sama-sama merasakan manfaatnya.
"Memang ini (Hilirisasi) yang akan terus kita dorong, sehingga harga itu bisa lebih stabil, kalau ada dekat industri itu harga akan lebih stabil, tapi kalau jauh? Dari sini harus dibawa ke Jawa, dari sini harus dibawa ke Jawa Barat, ya memang cost-nya (biaya)," jelas Mentan Amran.