PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Jakarta - Untuk menjaga ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengembangkan inovasi-inovasinya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pertanian menjadi aspek paling strategis dalam pembangunan perekonomian negara. Karena Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.
Mentan Amran meminta kepada jajarannya agar mewaspadai potensi krisis pangan dunia. Menurutnya, perlu ada persiapan langkah dan upaya terbaik dalam menghadapi potensi darurat pangan tersebut.
Bahkan Mentan Amran juga mendorong penggunaan teknologi dan mekanisasi secara masif guna menekan biaya produksi secara signifikan sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara maksimal.
"Dimana pun kita berada, ingat pesanku, lakukan yang terbaik sebab kita masih ada beberapa provinsi yang menjadi target peningkatan produksi". Saya minta bangun lebih pagi dan kerja secara ekstra, tegasnya.
Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan saat ini Indonesia dalam kondisi darurat pangan, dimana produksi beras yang ada belum mencukupi untuk kebutuhan konsumi dan pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), artinya terdapat defisit beras nasional.
Pertanaman reguler tidak mampu mencukupi kebutuhan beras nasional, sehingga perlu impor. Sementara untuk imporpun tidak mudah, negara pengekspor melakukan pembatasan dalam rangka mengamankan kebutuhan dalam negerinya karena ketidakpastian kondisi global.
Sehingga peran penyuluh pertanian dan petani diharapkan untuk menutupi defisit produksi beras nasional, ucapnya.
“Penyuluh pertanian ini paling memahami daerah masing-masing dan karakter petani, sehingga menjadi penggerak program-program dinas dan kementerian. Jika penyuluh pertanian bergerak, maka maka semua program Kementan akan sukses”, ungkap Santi.
Penyuluh pertanian ini paling memahami daerah masing-masing dan karakter petani, sehingga menjadi penggerak program-program dinas dan kementerian akan sukses. Penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan bimbingan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi petani di setiap kabupaten", ucapnya.
Sementara itu, pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 25, Jum'at (16/08/2024) di AOR BPPSDMP, menghadirkan narasumber Penyuluh Pertanian Ahli Utama, Dedi Nursyamsi.
Dalam paparannya Dedi mengatakan bahwa tujuan pembangunan pertanian kita yang pertama adalah memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Yang kedua adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan yang ketiga adalah menggenjot ekspor.
“Tujuan kita untuk terus membangun pertanian ini tidak lain adalah untuk membuat para petani tersenyum, jadi tugas utama penyuluh dimanapun berada tugasnya tidak lain adalah membuat petani tersenyum, termasuk tugasnya seluruh jajaran pertanian”, jelasnya.
Dedi juga mengatakan cara agar para petani dapat tersenyum, maka daya saing produk pertaniannya harus kita tingkatkan. Kalau daya saing produk pertanian meningkat, itu berarti produktivitas dan kualitasnya harus kita perbaiki dan ongkos produksinya harus kita tekan.
“Jika daya saing produk pertanian kita tinggi dengan kualitas bagus, maka produk pertanian kita laku dalam waktu yang singkat dengan harga yang bagus," pungkasnya. (HV/NF)