Blog Image
Pertanian

Melalui Ngobras, Kementan Kenalkan SIFORTUNA sebagai Peringatan Dini dalam Pengelolaan OPT

  • Superadmin
  • Tuesday, 17 September 2024 10:02 WIB
  • 10 views

Trimedia.id, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk berpihak kepada petani, termasuk mendampingi petani saat mengalami masalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).  

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya karena sektor pertanian sangat maju, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. 

"Kunci dari sebuah pertanian harus meningkat karena pertambahan penduduk, lalu adanya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gizi yang makin meningkat", ujarnya.

Mentan menambahkan bahwa untuk meningkatkan produktivitas perlu adanya Smart Farming, yakni pertanian cerdas, dengan pemanfaatan bio teknologi dan produk bio sains semaksimal mungkin.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan jika kita semua paham bahwa serangan OPT sering kali muncul dan tanpa tanda-tanda yang jelas. Namun dampaknya bisa sangat signifikan terhadap hasil pertanian. Oleh karena itu, diperlukan sistem deteksi yang efektif untuk memperingatkan kita sejak dini akan potensi serangan OPT.

Dengan adanya sistem peringatan dini yang handal, serangan OPT dapat diminimalisir, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga. 

"Mari kita sama-sama bekerja keras dan terus berinovasi demi tercapainya pertanian yang berkelanjutan dan produktif," tegas Santi.
Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 30, Selasa (17/09/2024) dengan tema "Peringatan Dini dalam Pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan",  menghadirkan narasumber Kepala Balai Besar POPT Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Yuris Tiyanto.

Yuris menjelaskan jika Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) berdasarkan Permentan No.10 Tahun 2023 mempunyai tugas diantaranya melaksanakan pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT serta rujukan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura. 

Selain itu, saat ini telah ada aplikasi tentang Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional atau SIFORTUNA yang merupakan media diseminasi informasi prakiraan serangan OPT pada komoditas tanaman pangan yaitu padi, jagung, kedelai, serta aneka kacang dan umbi (akabi). 

Aplikasi ini sebagai wujud komitmen  BBPOPT dalam rangka peningkatan pelayanan peramalan OPT, agar informasi prakiraan serangan OPT mudah diakses dan digunakan secara luas oleh masyarakat. 

"Karena peramalan OPT merupakan komponen penting dalam strategi pengelolaan OPT yang berfungsi sebagai peringatan dini tentang serangan OPT," jelas Yuris.

Yuris menambahkan bahwa tujuan peramalan OPT diantaranya untuk menyusun angka ramalan yang akurat dan aplikatif serta menyusun saran tindak pengelolaan OPT.  Selain juga untuk menekan serangan OPT, menjaga tingkat produktivitas tanaman dan mengurangi risiko kehilangan hasil yang lebih besar akibat OP keamanan lingkungan, imbuhnya. (HV/NF)

Share this post