PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Tangerang -- Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk menunjang peningkatan kompetensi mekanisasi pertanian bagi dosen dan guru mulai tanggal 22 s.d 26 Okteber 2024, bertempat di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Selasa (22/10/2024).
Kementan terus mendorong Kompetensi Dosen dan Guru dalam mendukung program utama kementerian pertanian (khususnya dalam hal penguasaan alsintan: pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikan serta pembuatan analisa usaha tani berbasis kawasan dan konfigurasi alsintan).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmen siap memperjuangkan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia, dengan fokus pada peningkatan produksi dan perluasan areal pertanian.
“Untuk mendukung hal tersebut, perlunya Modernisasi pertanian yang merupakan penerapan teknologi 4.0 di bidang pertanian menjadi salah satu terobosan peningkatan produksi dan efisiensi sistem usaha tani” tegas Amran.
Amran menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang kembali melanjutkan kepemimpinan di Kementan siap melakukan upaya maksimal demi mencapai swasembada pangan.
Ia menegaskan bahwa hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029. Pasalnya, Indonesia harus bisa menggapai kedaulatan pangan guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mengatakan SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.
"Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya. Siapa itu SDM pertanian, ya Dosen, Guru, penyuluh, petani, Poktan, Gapoktan, dan masih banyak lagi," sebut Kabadan Santi
Pentingnya keterlibatan mahasiswa dan alumni Polbangtan dan PEPI yang secara langsung mempraktikkan pertanian modern, menerapkan ilmu yang telah dipelajari, serta bertukar pengalaman dengan petani lokal.
Santi menyebutkan bahwa konsep pertanian modern ini, petani milenial ikut di dalamnya, dalam penggunaan dan pengelolaan alsintan (alat mesin pertanian).
Hal senada juga disampaikan Plt. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Inneke Kusumawaty menyatakan bahwa diselenggarakannya Bimtek Mekanisasi sebagai upaya memperkuat kompetensi Dosen dan Guru dalam mekanisasi pertanian modern.
Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan selama lima hari dimulai tanggal 22-26 Oktober 2024 di ikuti oleh 17 peserta dosen dan guru Polbangtan/PEPI dan SMK PP Kementan yang bertempat di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dengan pengajar oleh Dosen-dosen PEPI selaku pendidikan vokasi di bidang enjiniring pertanian.
“Diperlukan akselerasi dalam capaian pembelajaran kegiatan kokurikuler alsintan (pertanian modern berbasis padi-beras). Agar nantinya mahasiswa belajar mengoperasikan berbagai mesin pertanian seperti traktor roda 2 dan 4, transplantasi padi, pompa irigasi, dan mesin panen”, Tegas Inneke.
Disisi lain, Mahasiswa dapat melakukan perawatan dan perbaikan pada mesin yang sama. Lebih lanjutnya dapat menganalisis usaha tani, menghitung luas lahan, dan memilih konfigurasi mekanisasi yang sesuai dengan agroekosistem dan kondisi sosial.
Siklus pertanian modern dari pemilihan benih hingga pasca panen dengan alat-alat mekanisasi perlunya dipahami oleh peserta bimtek sebagai upaya peningkatkan kompetensi Dosen dan Guru, baik secara individu maupun institusi.
Nantinya Dosen dan Guru akan lebih terlatih dan meningkat kompetensinya sehingga dapat memberikan pembelajaran terkait mekanisasi (alat dan mesin pertanian).
“Peningkatan kompetensi mahasiswa dan alumni yang lebih terampil dalam pengoperasian mesin pertanian modern”, tegas Inneke. (*)