Blog Image
Pertanian

Kementan dan Kemdiktisaintek Kawal Program MBKM MSIB di Sukoharjo

  • Superadmin
  • Thursday, 14 November 2024 07:56 WIB
  • 3 views

Trimedia.id, Sukoharjo - Program Pertanian Modern Kementerian Pertanian (Kementan) menarik minat banyak mahasiswa sebagai wadah pengembangan diri di sektor pertanian, baik dari segi keterampilan maupun pengetahuan. Hal ini terbukti dari antusiasme para mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menerangkan guna mendorong peningkatan produktivitas secara maksimal maka penggunaan teknologi dan mekanisasi pertanian harus terus dimasukkan agar biaya produksi turun secara signifikan.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa MBKM MSIB menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.

"Hal ini sejalan dengan upaya untuk menarik minat dan membangun kapasitas SDM pertanian yang lebih muda dan terampil, sehingga pertanian modern dapat diimplementasikan" jelas Idha.

Plt Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Inneke Kusumawaty menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara penuh dan bersama-sama melibatkan pemerintah daerah beserta jajarannya. 

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari MSIB Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) bersama dengan perwakilan Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian mengunjungi Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (8/11). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program MSIB yang dijalankan oleh mahasiswa serta membahas capaian kompetensi di sektor pertanian.

Tim MSIB Kemdiktisaintek, didampingi oleh Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pusat Pendidikan Pertanian mengadakan evaluasi terpisah dengan mahasiswa dan mentor program MSIB. Kegiatan diawali dengan presentasi mahasiswa dari Kecamatan Tawangsari dan Weru yang memaparkan aktivitas mereka, seperti pengembangan agribisnis, mekanisasi pertanian, dan pemberdayaan masyarakat berbasis korporasi. Dalam sesi ini, mahasiswa menjelaskan capaian kompetensi yang telah diperoleh serta tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

Para mentor juga ikut serta dalam kegiatan ini dengan memaparkan berbagai aktivitas dan peran mereka dalam membimbing mahasiswa. Diskusi antara mentor dan Tim MSIB berlangsung dengan tanya jawab terkait penilaian kompetensi, pembekalan awal, serta fasilitas yang diberikan kepada peserta magang.

Sebagai hasil dari kunjungan, Tim MSIB mengapresiasi peran aktif para mahasiswa dan mentor dalam program ini serta mendorong semua pihak untuk terus bersemangat hingga akhir program. Tim MSIB berharap, program MSIB ini dapat meningkatkan keterampilan teknis dan lunak mahasiswa serta memberikan pengalaman langsung dalam pertanian modern di Indonesia.

Untuk tindak lanjut, mahasiswa diimbau untuk memanfaatkan fasilitas Crisis Center dan pusat bantuan di laman resmi MSIB jika menemukan kendala selama pelaksanaan magang.

 

Share this post