Blog Image
Pertanian

Perkuat Pendidikan Pertanian, Kementan Lakukan Evaluasi dan Dorong Keberlanjutan Program PHLN

  • Superadmin
  • Thursday, 19 December 2024 16:46 WIB
  • 5 views

Trimedia.id, Malang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pendidikan pertanian melalui berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ini. Salah satu langkah konkret adalah penyelenggaraan Rapat Evaluasi Lingkup Pendidikan Pertanian dan Strategi Keberlanjutan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang berlangsung di Malang pada 18-20 Desember 2024.  

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa berbagai program dirancang untuk menjangkau lebih banyak petani muda yang memiliki minat berwirausaha dan ingin berkontribusi dalam dunia pertanian. "Melalui program ini, generasi muda tidak hanya diberikan edukasi tentang pertanian, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dari sektor hulu hingga hilir, sehingga mampu menghadapi tantangan industri dengan inovasi dan kreativitas," ungkapnya.  

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mengoptimalkan anggaran dengan pelaksanaan secara paralel. “Proses pengawalan YESS-SI, termasuk negosiasi, harus dilakukan dengan cermat agar program dapat berjalan efektif dan efisien,” ujarnya.  

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah. menegaskan pentingnya membangun budaya kerja organisasi yang solid sebagai fondasi keberhasilan program.

 “Sinergi dan budaya kerja yang kuat adalah kunci keberlanjutan program ini,” katanya.  

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin memaparkan strategi keberlanjutan program, didalamnya mencakup exit strategy, penguatan SDM kewirausahaan, kolaborasi, koordinasi, regulasi, standarisasi, dan pendampingan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya penyamaan persepsi antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan SMK-PP terkait brigade pangan agar implementasi berjalan lebih optimal. Selain itu, ia menekankan peningkatan kinerja perguruan tinggi melalui tiga pilar utama: kualitas lulusan, kualitas kurikulum, dan kualitas dosen.   

Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Malang, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, SMKPP Banjarbaru, SMKPP Sembawa, dan SMKPP Kupang. Formasi lengkap tim National Program Manager Unit/NPMU juga turut hadir. Selain itu, manajer Programme Provincial Project Implementation Unit/PPIU dari empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, juga berpartisipasi dalam acara ini.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama demi tercapainya keberlanjutan program pendidikan pertanian yang mendukung kesejahteraan petani muda dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (mry)

Share this post