Blog Image
Pertanian

Penyuluhan Pertanian: Peran Penting dalam Pembangunan Sektor Hortikultura yang Berkelanjutan

  • Superadmin
  • Saturday, 08 March 2025 13:54 WIB
  • 1 views

Trimedia.id, Jakarta – Penyuluh pertanian memainkan peran yang sangat vital dalam keberhasilan kebijakan pengembangan sektor hortikultura di Indonesia. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melalui kebijakan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan yang berkelanjutan, berharap sektor hortikultura dapat memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional serta ekonomi masyarakat. 

Dalam acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) Volume 09 yang diadakan pada Jumat (7/3/2025), ditegaskan bahwa penyuluh pertanian menjadi kunci utama dalam mendukung kesuksesan program ini.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor hortikultura berkat keragaman agroklimat dan sumber daya alam yang melimpah. 

Untuk itu, penggunaan varietas unggul sangat penting untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing produk hortikultura Indonesia. Di samping itu, peran penyuluh dalam memberikan edukasi kepada petani juga sangat penting guna mendorong peningkatan hasil pertanian di tingkat rumah tangga.

Pada tahun 2025, salah satu program yang menjadi fokus adalah pengembangan 13.500 kelompok Pekarangan Hortikultura yang akan mendukung program Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2B). 

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri, yang turut hadir sebagai pembicara, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pembangunan hortikultura pada tahun 2025 adalah pengembangan 13.500 kelompok Pekarangan Hortikultura, yang akan mendukung program Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2B) serta produksi benih bawang putih untuk mencapai swasembada nasional.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan di tingkat rumah tangga dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang sehat dan bergizi. 

Penyuluh pertanian akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendampingan, seperti pelatihan tentang budidaya tanaman, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta manajemen pascapanen untuk meningkatkan nilai jual produk hortikultura.

Meski demikian, sektor hortikultura Indonesia menghadapi beberapa tantangan besar, seperti terbatasnya akses terhadap teknologi dan infrastruktur yang memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola pekarangan dengan baik. 

Oleh karena itu, penyuluh pertanian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pengelolaan pekarangan secara optimal dan berkelanjutan.

Indikator keberhasilan program ini meliputi peningkatan produksi pangan di pekarangan rumah, peningkatan konsumsi pangan sehat, serta efisiensi ekonomi yang dapat berdampak pada peningkatan pendapatan petani. 

Program ini juga bertujuan untuk menciptakan kemandirian masyarakat dalam mengelola pertanian skala rumah tangga, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan nasional.

Melalui kebijakan yang lebih terarah serta dukungan penuh dari penyuluh pertanian, sektor hortikultura Indonesia diharapkan dapat berkembang lebih pesat, memberikan kesejahteraan lebih besar bagi petani, dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.

Share this post