Blog Image
Pertanian

Kejar Target Swasembada Pangan, Pemerintah Provinsi Banten Perkuat Penyuluh Pertanian melalui Galuh LTT dan e-Pusluh

  • Superadmin
  • Thursday, 17 April 2025 20:43 WIB
  • 4 views

Trimedia.id, Serang - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia, meskipun menghadapi tantangan seperti krisis pangan global dan perubahan iklim kami optimis bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dalam waktu dekat. 

Beliau menyampaikan agar seluruh pihak untuk bersinergi untuk mencapai swasembada pangan ini dengan membantu program-program prioritas Kementerian Pertanian (Kementan), salah satunya Luas Tambah Tanam (LTT).

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian dalam upaya mencapai swasembada pangan nasional. Beliau menyampaikan peran Penyuluh Pertanian sebagai garda terdepan dalam pencapaian swasembada pangan ini terutama untuk peningkatan LTT. 

Mendukung pernyataan Mentan dan Kabadan PPSDMP serta dalam upaya mendukung program strategis nasional swasembada pangan, Dinas Pertanian Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi Gerakan Penyuluh Pertanian Mendorong Luas Tambah Tanam (GALUH LTT) di Auditorium KP3B, Kota Serang pada Selasa (15/04/2025). Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan dihadiri oleh 70 orqng peserta luring dan puluhan peserta daring dari jajaran penyuluh pertanian se Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid dalam sambutan menekankan peran krusial penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. "Di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan, penyuluh harus menjadi motor penggerak yang membina petani. Selain itu, pentingnya kolaborasi dengan TNI, aparat desa, dan stakeholder lainnya dalam penyediaan sarana produksi pertanian.

Agus mengajak semua pihak untuk menjadikan forum ini sebagai momentum kebangkitan pertanian Provinsi Banten. "Komitmen kita hari ini akan menentukan keberhasilan swasembada pangan nasional," ucapnya. 

Sedangkan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Purwanta memperkenalkan mekanisme pelaporan digital melalui aplikasi e-Pusluh. Dimana para penyuluh wajib melaporkan perkembangan harian sebelum pukul 13.00 WIB, yang akan diverifikasi koordinator BPP hingga pukul 14.00 WIB. Sistem ini juga dirancang untuk memantau perkembangan LTT secara real-time sekaligus menjadi bahan evaluasi bulanan, jelas Purwanta. 

Selaku Penanggung Jawab LTT Provinsi Banten, Tiur Simanjuntak mengungkapkan bahwa capaian hingga pertengahan April masih perlu ditingkatkan. "Kami menghadapi tantangan keterbatasan air dan belum optimalnya pemanfaatan alsintan di beberapa wilayah," jelas Tiur.
Untuk mengatasi hal ini, strategi percepatan tanam akan difokuskan pada optimalisasi jaringan irigasi dan pompanisasi, pendampingan intensif oleh penyuluh, validasi data harian yang lebih akurat dan pemetaan wilayah prioritas.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis penginputan data e-Pusluh dan diskusi solusi kendala di lapangan. Para peserta antusias mengikuti sesi praktik ini, yang mencakup panduan lengkap dari proses login hingga verifikasi data.

Melalui sinergi yang kuat antara penyuluh, petani, dan pemerintah daerah, Pemprov Banten optimis dapat mencapai target LTT dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia. (IS/NF)

Share this post