Blog Image
Pertanian

Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian, YAA Kementan Ramaikan Specta Flora Festival

  • Superadmin
  • Tuesday, 08 July 2025 17:39 WIB
  • 20 views

Trimedia.id, Batu - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Salah satu manifestasi nyata dari program ini terlihat dalam keaktifan para Young Ambassador of Agriculture (YAA) Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), yang kali ini turut meramaikan Specta Flora Festival 2025 di Kota Batu, Jawa Timur, melalui gelaran talkshow inspiratif bertajuk “Petani Muda: Kekuatan Pendukung Penggerak Swasembada Pangan Berkelanjutan.”

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran generasi muda untuk membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan zaman.

Sejalan dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan akan terus mendukung regenerasi pertanian untuk memastikan sumber daya pemuda yang melimpah di Indonesia dapat membawa kemajuan bagi bangsa.

Talkshow yang digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Batu Love Garden (Baloga) ini menjadi sorotan menarik dalam rangkaian festival, menghadirkan narasumber dari berbagai sektor yang berperan penting dalam mendorong regenerasi petani di Indonesia. Bertindak sebagai moderator adalah Diana Rohani Silitonga, YAA 2025, yang memandu jalannya diskusi secara dinamis.

Para narasumber yang hadir antara lain Dwi Lili Indayani, Ketua YAA 2025 sekaligus Ketua Pelaksana Specta Flora Festival 2025, yang menekankan pentingnya keberadaan petani muda sebagai garda depan swasembada pangan nasional. Rayndra Syahdan Mahmudin, Ketua Duta Petani Milenial dan Andalan sekaligus YAA 2022, berbagi pengalaman tentang memulai berwirausaha hingga akhirnya bisa menembus pasar ekspor.

Sementara itu, Sidi Asmono Ketua Departemen Kemitraan Strategis dan Advokasi KTNA Nasional sekaligus Dewan Pengawas DPM/A, menyampaikan pentingnya dukungan sistemik untuk petani muda dalam bentuk regulasi, pelatihan , dan lainnya. Sedangkan Muhammad Syaikhu, Deputi Teknis Program YESS PPIU Jatim, memaparkan bagaimana Program YESS di Jawa Timur telah membina ribuan pemuda dalam sektor pertanian produktif.

Terakhir, Dian Prayogi Santoso, Wakil Ketua YAA 2025, menambahkan pentingnya pendekatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. 

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Lili Indayani juga menyampaikan bahwa Specta Flora Festival 2025 diselenggarakan selama lima hari penuh dengan berbagai agenda utama yang dirancang untuk menarik minat masyarakat terhadap dunia hortikultura dan pertanian kreatif.

“Berbagai kegiatan yang telah sukses dilaksanakan di antaranya Bioversity Kids Trail, lomba merangkai bunga profesional, expo UMKM, lomba fashion, talkshow kreatif, hingga parade bunga yang seluruhnya melibatkan 73 panitia dan 50 relawan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Malang Raya,” pungkasnya.

Specta Flora Festival bukan hanya menjadi ajang promosi potensi hortikultura dan pariwisata Kota Batu, tetapi juga ruang edukasi dan pemberdayaan yang melibatkan generasi muda dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan. 

Dalam kesempatan terpisah Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Muhammad Amin menyebut Program YESS yang merupakan hasil kerja sama Kementan dengan IFAD telah mencetak banyak wirausahawan muda yang mandiri dan tangguh. 

Kementan melalui Program YESS berharap, melalui gerakan seperti Young Ambassador of Agriculture, lahir petani milenial yang mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Share this post