Blog Image
Pertanian

Bimtek BP Perkuat Penyuluh, Petani Siap Hadapi Pertanian Modern

  • Superadmin
  • Thursday, 25 September 2025 15:57 WIB
  • 15 views

Trimedia.id, Jakarta – Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas penyuluh melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawalan Brigade Pangan (BP) sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan nasional. Kegiatan ini diikuti penyuluh pendamping BP dan koordinator penyuluh kecamatan dari 16 provinsi, Rabu (24/9/2025).

Penyuluh Pertanian Utama, Dedy Nursyamsi, menekankan pentingnya pendampingan intensif dalam membentuk Brigade Pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan menguntungkan. Ia juga mengungkapkan bahwa mulai 1 Januari mendatang, seluruh penyuluh akan berstatus pegawai pusat sehingga program nasional dapat berjalan lebih terintegrasi.

“Kita harus membangun ekosistem agribisnis yang kuat lewat kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah, swasta, hingga lembaga keuangan. BP adalah motor penggerak pertanian modern,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Eka Haris Suparman memaparkan capaian positif dari Brigade Pangan. Hingga 19 September, tercatat 1.771 BP terbentuk dengan lebih dari 27 ribu petani telah mengikuti pelatihan alat dan mesin pertanian. Beberapa BP bahkan sukses mencetak omzet besar, seperti Rp300 juta di Sulawesi Selatan dan Rp6 miliar di Merauke, Papua.

Eka juga menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan saat ini tengah disesuaikan dengan revisi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang alsintan, meliputi pengoperasian traktor, transplanter, hingga combine harvester.

Sementara itu, perwakilan PT Arkatama Solusindo, Naseh, memperkenalkan aplikasi e-Monev untuk memantau pendampingan secara real time. Sistem ini memungkinkan laporan penyuluh dicatat, diverifikasi, dan ditandai dengan kode warna agar akuntabilitas kinerja lebih terjaga.

“Dengan e-Monev, pengawasan terhadap pendampingan Brigade Pangan lebih sistematis dan transparan,” jelasnya.

Melalui Bimtek ini, pemerintah berharap peran penyuluh semakin efektif dalam mengawal perencanaan, budidaya, hingga pengembangan usaha tani yang berorientasi bisnis, sekaligus menopang kemandirian pangan nasional.(*)

Share this post