PENGUMUMAN:
Trimedia.id, Jakarta – Kementerian Pertanian menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dan petani dalam menjaga keseimbangan pasokan serta harga pangan. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) edisi ke-31 yang digelar secara daring, Jumat (26/9/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan agar serapan gabah di lapangan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang baru. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan dari kepastian harga gabah di tingkat petani.
“Kalau serapan gabah bermasalah, swasembada pangan juga terganggu. HPP gabah harus dijalankan dengan baik agar petani terlindungi,” tegas Amran.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyebut bahwa penetapan HPP harus mencerminkan realitas pasar dan biaya produksi petani. Ia meminta penyuluh aktif mendata biaya usaha tani dan harga gabah di wilayah binaannya, lalu melaporkannya kepada pemerintah.
Senada, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gusti Made Ngurah Kuswandana, menegaskan peran penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program pangan nasional. “Swasembada tidak akan tercapai tanpa dukungan penyuluh di lapangan,” ujarnya.
Acara yang diikuti hampir seribu peserta ini juga menghadirkan perwakilan Badan Pangan Nasional (BPN), Jan Pieter Sinaga. Ia menjelaskan bahwa sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2025, HPP gabah kering panen ditetapkan Rp6.500 per kilogram.
“Kebijakan ini adalah insentif bagi petani sekaligus menjaga stabilitas harga beras nasional,” paparnya.(*)