Blog Image
Pertanian

Kementan Dorong Penyuluh Manfaatkan AI untuk Perluas Informasi Pertanian

Trimedia.id, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) terus mendorong transformasi digital dalam penyuluhan pertanian. Salah satu upayanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas penyuluh dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghasilkan materi edukasi dan memperluas jangkauan informasi pertanian.

Upaya tersebut menjadi fokus kegiatan NGOBRAS (Ngobrol Asyik Penyuluhan) Volume 19 Tahun 2026 bertema “Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Diseminasi Informasi Pertanian” pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, dengan menghadirkan Zaeni Imanuddin, penggiat media sosial dan AI Workflow Architect, serta Muhamad Khaerul Anam, Penyuluh Pertanian Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan ini diikuti penyuluh pertanian dari berbagai wilayah Indonesia, koordinator penyuluh, serta penyuluh tingkat pusat. Melalui kegiatan ini, peserta didorong meningkatkan keterampilan digital agar mampu menyampaikan informasi pertanian secara lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa digitalisasi merupakan bagian penting dalam mempercepat pembangunan pertanian nasional. Dalam pemberitaan resmi Kementerian Pertanian mengenai penyuluhan digital, Amran menyampaikan, “Pertanian hari ini harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penyuluh pertanian harus hadir di ruang digital untuk mempercepat penyebaran inovasi, memperkuat literasi petani, dan memastikan informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat dan produktif.”

Arahan tersebut sejalan dengan upaya penguatan kapasitas penyuluh melalui pemanfaatan AI. Teknologi digital diharapkan membantu mempercepat penyampaian informasi teknis, memperluas jangkauan edukasi, serta mendukung diseminasi program strategis Kementerian Pertanian.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pemanfaatan AI untuk meningkatkan efektivitas kerja penyuluh. Idha menyampaikan, “Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI diharapkan dapat menjadi asisten bagi penyuluh untuk memperluas jangkauan layanan tanpa menambah beban kerja fisik secara berlebihan.”

Dalam penyuluhan pertanian, AI dapat membantu penyuluh menyusun materi publikasi, mengembangkan konten edukatif, serta menyajikan informasi dalam berbagai format digital, seperti poster, infografis, dan video edukasi. Teknologi ini juga dapat membantu mengemas pesan teknis agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan petani di wilayah binaan.

Dalam NGOBRAS Volume 19, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan konten digital, mulai dari penentuan tema, tujuan, karakter, lokasi, hingga pesan utama. Peserta juga mengenal sejumlah aplikasi pendukung, antara lain ChatGPT untuk menyusun ide, cerita, dan prompt; Google Flow untuk menghasilkan gambar dan video; serta CapCut untuk menggabungkan dan menyunting video menjadi konten utuh.

Melalui praktik tersebut, penyuluh diharapkan mampu menghasilkan materi komunikasi pertanian yang lebih kreatif dan informatif. Pemanfaatan media sosial dan kanal digital lainnya juga didorong untuk memperluas jangkauan informasi, meningkatkan interaksi dengan masyarakat, serta memperkuat publikasi kegiatan penyuluhan dan program pembangunan pertanian.

Meski demikian, pemanfaatan AI harus disertai tanggung jawab dan ketelitian. Setiap informasi yang dihasilkan perlu diverifikasi berdasarkan sumber tepercaya, rekomendasi teknis yang berlaku, dan kondisi aktual di lapangan. AI berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas penyuluhan, bukan menggantikan keahlian maupun pendampingan langsung oleh penyuluh.

Selain memperkuat kompetensi digital, kegiatan ini menekankan pentingnya meningkatkan interaksi publikasi melalui aktivitas like, comment, dan share untuk memperluas penyebaran informasi pertanian yang benar. Penyuluh juga diingatkan untuk tetap melaksanakan pendampingan kegiatan Optimasi Lahan (OPLA) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 sesuai target yang ditetapkan.

Melalui NGOBRAS Volume 19 Tahun 2026, Kementerian Pertanian berharap penyuluh semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana diseminasi informasi, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pendamping petani dan penggerak pembangunan pertanian.

Pemanfaatan AI secara tepat, didukung kompetensi SDM dan verifikasi informasi, diharapkan mampu mewujudkan penyuluhan pertanian yang lebih efektif, menjangkau lebih banyak petani, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan. (EF)

Share this post