PENGUMUMAN:
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura resmi membuka Pertemuan Teknis Nasional Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) Tahun 2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa malam (27/10/2026). Berlangsung hingga 30 Oktober 2026, pertemuan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan proyek pada tahun kedua sekaligus penyusunan arah kegiatan tahun 2027 untuk memperkuat pengembangan agribisnis hortikultura di kawasan lahan kering.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pelindungan Hortikultura, Leli Nuryati, yang mewakili Project Director HDDAP. Pertemuan ini dihadiri jajaran kementerian, mitra pembangunan, akademisi, serta perwakilan dari 13 kabupaten lokasi proyek.
Forum ini menjadi ruang koordinasi untuk membahas perkembangan pelaksanaan HDDAP, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta menyelaraskan langkah tindak lanjut agar program berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu fokus pembahasan adalah mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan agar target realisasi proyek dapat tercapai.
Dalam arahannya Direktur Pelindungan Hortikultura, Leli Nuryati menekankan pentingnya semangat bersama dan penguatan koordinasi seluruh pihak untuk mendorong pencapaian target realisasi proyek sebesar 80 persen.
“Melalui pertemuan nasional ini, kita harus semakin memperkuat koordinasi dan semangat bersama agar target realisasi 80 persen dapat tercapai. Setiap pihak perlu memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan optimal sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Selain pencapaian realisasi, pengembangan HDDAP juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk hortikultura dari kawasan lahan kering. Penguatan agribisnis diharapkan mampu mendorong produk hortikultura semakin kompetitif sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.
“Pengembangan hortikultura lahan kering kita harapkan mampu memperkuat daya saing produk hortikultura, sehingga hasil produksi petani tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas dan nilai tambah yang semakin baik,” tambahnya.
Pada malam pembukaan, agenda diisi dengan diskusi panel yang membahas skema pembiayaan berkelanjutan bersama Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), mitigasi dan optimalisasi manajemen proyek agribisnis, serta penyiapan fondasi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penyusunan rencana kerja tahun 2027 menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan ini. Koordinasi antarunit pendukung dan pemerintah daerah diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, mempercepat pencapaian target realisasi, serta memastikan pengembangan agribisnis hortikultura lahan kering memberikan manfaat nyata bagi petani.
Rangkaian kegiatan hingga 30 Oktober 2026 akan dilanjutkan dengan evaluasi manajemen anggaran dan pelaksanaan program bersama 13 kabupaten, kunjungan lapangan ke kelompok tani di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani dan akses pasar melalui peluncuran KEP Hortikultura dan pelepasan ekspor produk hortikultura.
Melalui pertemuan nasional ini, evaluasi pelaksanaan tahun kedua HDDAP diharapkan menjadi landasan dalam menyempurnakan rencana kegiatan tahun 2027. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan agribisnis hortikultura lahan kering secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat kesejahteraan petani.